Wednesday, February 27, 2019

005 - Abu Al-'Alaa' Al-Ma'arriy ( أبو العلاء المعري )

14 comments:


  1. دعيت أبا العلاء وذاك مين # ولكنّ الصّحيح أبو النزول

    Aku dipanggil dengan julukan Abu ‘l-‘Ala’ (yang tinggi) itu hanya bohong belaka, Yang benar ialah Abu ‘n-Nuzul (yang rendah)

    ReplyDelete
  2. Abu al-'Ala al-Ma'arri lalu berkata:

    يمشي الفقيرُ و كلُّ شيءٍ ضدّهُ ...و الناس تغلق دونه أبوابَها
    وتراه مبغوضًا و ليس بمذنبٍ ... و يرى العداوةَ لا يرى أسبابها
    حتى الكلاب إذا رأت ذا ثروة ...خضعت لديه و حركت أذنابها
    وإذا رأت يومًا فقيرًا عابرًا ... نبحت عليه و كشرت أنيابه

    Si fakir,
    Yang berjalan seorang diri
    Semua yang ada memusuhuinya
    Tak seorang pun
    Sudi membuka pintu baginya

    Ia dibenci,
    Tanpa ia tahu apa dosanya?
    Ia didimusuhi,
    Tanpa ia tahu apa sebabnya?

    Hatta, seekor anjing pun
    Ketika ia melihat si kaya
    Ia menundukkan kepala
    Seraya menggoyangkan ekornya

    Tapi ketika ia melihat si fakir
    berlalu di hadapannya
    Ia pun menggonggong memakinya
    Seraya menghayunkan cakarnya

    [Sebagian orang menisbatkan syait tersebut kepada Imam Syafi'i rahimahullah, Wallahu A'lam]

    ReplyDelete
  3. Al-Ma’arri menolak Menikah
    Cendikiawan ini amat terkenal dengan pandangannya yang anti menikah dan mempunyai anak. Baginya kehidupan di dunia ini terlalu banyak kerusakan., terlalu banyak penderitaan. Menikah dan berketurunan menurutnya adalah sebuah tindakan kejahatan. Anak-anak yang dilahirkan akan menjadi korban. Karena itu ia membenci pernikahan. Bahkan ia juga seperti ketakutan jika melihat perempuan. Ketidaksenangannya menikah bukan hanya untuk dirinya, melainkan juga ia juga mengajak orang lain untuk tidak menikah. Ia mengatakan : “Da’ al-Nasl. Inna al-Nasla ‘uqbahu Mayyitatun” (Tinggalkan berketurunan. Berketurunan akan menimbulkan kematian).
    Di tempat lain ia mengatakan :
    نصحتك لا تنكح فإن خفت مأثما فاعرس ولا تنسل فذلك احزم

    Dari puisi-puisi di atas, tampak sekali bahwa sesungghnya ketidakinginannya untuk menikah lebih karena ia tidak ingin mumpunyai keturunan yang menyebabkan anak-anaknya akan menderita, seperti dirinya. Dan ia sama sekali tak menginginkan menjadi penyebab penderitaan anak-anaknya atau orang lain. Ia menyesali ayahnya telah melahirkan dirinya.

    https://fahmialinh.wordpress.com/2015/04/18/abu-al-ala-al-maarri-cendikiawan-filsuf-dan-penyair-buta-yang-skeptis/

    ReplyDelete
  4. يكفيك حزناً ذهاب الصالحين معــاً ونحـنُ بعدهم في الأرض قطّان
    إنّ العراق وإنّ الشــــام مـــد زمنٍ صفــران، ما بهمــا للملك سلطان
    والشام فيه وقود الحرب مشتعل يشابه القوم شدت منهمو الحجز
    ساس الأنـــــــام شياطين مسلطــــةٌ فــي كلّ مصرٍ من الوالين شيطان
    يَسوسونَ الأمورَ بغَيرِ عَقلٍ فينفُذُ أمرُهم، ويقالُ: ساسَهْ

    O, betapa kita kehilangan orang-orang saleh
    Kita hidup bagai kapas terbang di atas tanah
    Irak dan Siria sejak lama sepi pemimpin
    Siria meletus perang setiap hari
    Rakyat di sana terperangkap dalam ketakutan
    Rakyat diberbagai Negara dipimpin para penguasa
    Dengan pikiran setan
    Mereka memimpin tanpa akal
    Dan kebijakan mereka dipaksakan
    Konon begitulah cara mengatur

    ReplyDelete
  5. يمشي الفقيرُ و كلُّ شيءٍ ضدّهُ ...و الناس تغلق دونه أبوابَها
    وتراه مبغوضًا و ليس بمذنبٍ ... و يرى العداوةَ لا يرى أسبابها
    حتى الكلاب إذا رأت ذا ثروة ...خضعت لديه و حركت أذنابها
    وإذا رأت يومًا فقيرًا عابرًا ... نبحت عليه و كشرت أنيابه

    Si fakir,
    Yang berjalan seorang diri
    Semua yang ada memusuhuinya
    Tak seorang pun
    Sudi membuka pintu baginya

    Ia dibenci,
    Tanpa ia tahu apa dosanya?
    Ia didimusuhi,
    Tanpa ia tahu apa sebabnya?

    Hatta, seekor anjing pun
    Ketika ia melihat si kaya
    Ia menundukkan kepala
    Seraya menggoyangkan ekornya

    Tapi ketika ia melihat si fakir
    berlalu di hadapannya
    Ia pun menggonggong memakinya
    Seraya menghayunkan cakarnya

    [Sebagian orang menisbatkan syait tersebut kepada Imam Syafi'i rahimahullah, Wallahu A'lam]

    ReplyDelete
  6. شعر وصف

    غَـيْرُ مُـجْدٍ في مِلّتي واعْتِقادي نَــوْحُ بـاكٍ ولا تَـرَنّمُ شـادِ
    وشَـبِيهٌ صَـوْتُ الـنّعيّ إذا قِيسَ بِـصَوْتِ الـبَشيرِ في كلّ نادِ
    أَبَـكَتْ تِـلْكُمُ الـحَمَامَةُ أمْ غَنَّـت عَـلى فَـرْعِ غُصْنِها المَيّادِ

    ReplyDelete
  7. مِنَ الناسِ مَن لَفظُهُ لُؤلُؤٌ يُبادِرُهُ اللَقطُ إِذ يُلفَظُ وَبَعضُهُمُ قَولُهُ كَالحَصى يُقالُ فَيُلغى وَلا يُحفَظُ

    ReplyDelete


  8. يمشي الفقيرُ و كلُّ شيءٍ ضدّهُ ...و الناس تغلق دونه أبوابَها
    وتراه مبغوضًا و ليس بمذنبٍ ... و يرى العداوةَ لا يرى أسبابها
    حتى الكلاب إذا رأت ذا ثروة ...خضعت لديه و حركت أذنابها
    وإذا رأت يومًا فقيرًا عابرًا ... نبحت عليه و كشرت أنيابه

    Si fakir,
    Yang berjalan seorang diri
    Semua yang ada memusuhuinya
    Tak seorang pun
    Sudi membuka pintu baginya

    Ia dibenci,
    Tanpa ia tahu apa dosanya?
    Ia didimusuhi,
    Tanpa ia tahu apa sebabnya?

    Hatta, seekor anjing pun
    Ketika ia melihat si kaya
    Ia menundukkan kepala
    Seraya menggoyangkan ekornya

    Tapi ketika ia melihat si fakir
    berlalu di hadapannya
    Ia pun menggonggong memakinya
    Seraya menghayunkan cakarnya

    [Sebagian orang menisbatkan syait tersebut kepada Imam Syafi'i rahimahullah, Wallahu A'lam]

    ReplyDelete
  9. أسهب الناس في المقال وما يظ

    أَسهَبَ الناسُ في المَقالِ وَما يَظ فَرُ إِلّا بِزَلَّةٍ مَسهِبوهُ

    عَجَباً لِلمَسيحِ بَينَ أُناسٍ وَإِلى اللَهِ والِدٍ نَسَبوهُ

    أَسلَمَتهُ إِلى اليَهودِ النَصارى وَأَقَرّوا بِأَنّهُم صَلَبوهُ


    Majoriti orang dalam artikel dan apa yang tersisa hanyalah ketiadaan penangkapnya

    Keajaiban Kristus di kalangan manusia, dan kepada Allah, bapa bapanya

    Saya menyerahkannya kepada orang Yahudi Kristian dan mengakui bahawa mereka telah disalibkan

    ReplyDelete
  10. -تعب كلها الحياة
    إن من روائع قصائد العرب هي قصيدة أبو العلاء المعري التالية الفلسفية ، والتي تصف أصل الوجود ومغازيه الظاهرة والخفية :
    غَـيْرُ مُـجْدٍ في مِلّتي واعْتِقادي نَــوْحُ بـاكٍ ولا تَـرَنّمُ شـادِ وشَـبِيهٌ صَـوْتُ الـنّعيّ إذا قِيسَ بِـصَوْتِ الـبَشيرِ في كلّ نادِ أَبَـكَتْ تِـلْكُمُ الـحَمَامَةُ أمْ غَنَّـت عَـلى فَـرْعِ غُصْنِها المَيّادِ

    ReplyDelete
  11. "أيها الغرّ إنْ خُصِصْتَ بعقلٍ فاتّبعْهُ ، فكلّ عقلٍ نبي “

    يرتجي الناسُ أن يقـومَ إمــامٌ ناطقٌ في الكتيبة الخرســاء

    كذب الظنُّ لا إمام سوى العقل مشيرا في صبحه والمســاء

    فإذا ما أطعـتــه جلب الرحمة عند المسير والإرســـاء

    إنما هذه المذاهب أسبـــاب لجذب الدنيا إلى الرؤسـاء

    ReplyDelete
  12. غَـيْرُ مُـجْدٍ في مِلّتي واعْتِقادي نَــوْحُ بـاكٍ ولا تَـرَنّمُ شـادِ وشَـبِيهٌ صَـوْتُ الـنّعيّ إذا قِيسَ بِـصَوْتِ الـبَشيرِ في كلّ نادِ أَبَـكَتْ تِـلْكُمُ الـحَمَامَةُ أمْ غَنَّـت عَـلى فَـرْعِ غُصْنِها المَيّادِ

    ReplyDelete
  13. Abu al-'Ala al-Ma'arri lalu berkata:

    يمشي الفقيرُ و كلُّ شيءٍ ضدّهُ ...و الناس تغلق دونه أبوابَها
    وتراه مبغوضًا و ليس بمذنبٍ ... و يرى العداوةَ لا يرى أسبابها
    حتى الكلاب إذا رأت ذا ثروة ...خضعت لديه و حركت أذنابها
    وإذا رأت يومًا فقيرًا عابرًا ... نبحت عليه و كشرت أنيابه

    Si fakir,
    Yang berjalan seorang diri
    Semua yang ada memusuhuinya
    Tak seorang pun
    Sudi membuka pintu baginya

    Ia dibenci,
    Tanpa ia tahu apa dosanya?
    Ia didimusuhi,
    Tanpa ia tahu apa sebabnya?

    Hatta, seekor anjing pun
    Ketika ia melihat si kaya
    Ia menundukkan kepala
    Seraya menggoyangkan ekornya

    Tapi ketika ia melihat si fakir
    berlalu di hadapannya
    Ia pun menggonggong memakinya
    Seraya menghayunkan cakarnya

    [Sebagian orang menisbatkan syait tersebut kepada Imam Syafi'i rahimahullah, Wallahu A'lam]

    ReplyDelete
  14. شعر الغزل
    لِعَينَيكِ ما يَلقى الفُؤادُ وَما لَقي *** وَلِلحُبِّ مالَم يَبقَ مِنّي وَما بَقي

    وَما كُنتُ مِمَّن يَدخُلُ العِشقُ قَلبَهُ *** وَلَكِنَّ مَن يُبصِر جُفونَكِ يَعشَقِ

    وَبَينَ الرِضا وَالسُخطِ وَالقُربِ وَالنَوى *** مَجالٌ لِدَمعِ المُقلَةِ المُتَرَقرِقِ

    وَأَحلى الهَوى ما شَكَّ في الوَصلِ رَبُّهُ *** وَفي الهَجرِ فَهوَ الدَهرَ يُرجو وَيُتَّقي

    وَغَضبى مِنَ الإِدلالِ سَكرى مِنَ الصِبا *** شَفَعتُ إِلَيها مِن شَبابي بِرَيِّ

    Untuk mata anda apa yang hati dan apa yang telah *** dan cinta, kecuali jika ia kekal dari saya dan apa yang kekal

    Dan saya tidak memasukkan cinta hatinya *** Tetapi siapa yang melihat kelopak mata anda suka

      Dan antara kepuasan dan ketidakpuasan dan kedekatan dan nukleus *** kawasan air mata Almtlqr

      Dan cinta yang paling manis adalah keraguan dalam hubungan Rabbo *** Dalam pengabaian adalah zaman harapan dan ketakutan

      Dan kemarahan tuduhan itu diminum dari belia *** Saya syaitan dari glamor pemuda saya

    ReplyDelete